Wednesday, March 11, 2015

PELAYAN BERMATA HITAM

Pertama, aku hanya ingin mengatakan bahwa aku tidak pernah percaya pada supranatural, paranormal dan semacamnya. Karena aku pikir bahwa segala sesuatu memiliki penjelasan logis yang mungkin hanya terlihat 'aneh' karena adanya pusat berpikirnya orang-orang tentang 'pengalaman dari dunia lain.' atau apapun. Namun kali ini tak ada penjelasan tentang apa yang akan aku bagikan pada kalian. Dan hal ini benar-benar membuatku ketakutan. Hanya menceritakan hal ini memberiku perasaan yang menyeramkan yang tak pernah aku bayangkan bisa membuatku gemetar,


Sekitar tiga tahun yang lalu, aku sedang duduk di kedai kopi lokal di New York disela perjalanan pendekku. Restoran itu kosong, hanya ada aku dan pelayan yang bekerja malam. Dia sangat menyenangkan dan dia begitu banyak berbicara. Bahkan dia tampak seperti peramal, dia menebak ulang tahunku sampai harinya. Dia juga berhasil menebak rencana-rencana yang sudah kubuat untuk kedepannya. Benar-benar percakapan yang sangat ringan. Aku beruntung bertemu dengan seorang wanita muda yang cerdas dan santai, cukup untukku keluar dari jalanku yang normal.

Saat tutup, dia pergi kebelakang untuk, mungkin menyimpan uang hari ini ketempat yang aman, Sementara itu aku mulai memikirkan kapan aku akan tidur malam ini dan jam berapa besok aku akan mulai melanjutkan perjalananku lagi, aku sejenak berpikir haruskan aku mengajaknya besok hanya untuk mengobrol lagi beberapa jam?

Aku lalu memutuskan untuk hanya mengingat toko ini dan berikutnya saat aku melewatinya lagi aku akan mampir dan mengucapkan setidaknya "hi."

Jadi, aku bangkit dan mengetuk pintu belakang tempat ia masuk tadi. Saat ini hanya ada dua lampu redup di area makan utama, dan nyaris tanpa lampu di ruang belakang tempatnya. Aku membuka pintu. Wanita yang baru saja selesai mengobrol denganku berdiri menghadapku. HANYA BERDIRI DISANA didalam ruangan yang sangat gelap setelah aku membuka pintunya. Kulitnya tiba-tiba berkeringat. merekah sewarna zaitun. Dan matanya hitam, maksudku benar-benar hitam tidak ada putihnya. Mata dan mulutnya terbuka benar-benar lebar, dan dia berteriak hampir dengan suara yang mengerikan, sesuatu yang tidak dapat ku mengerti, tapi yang jelas bukan sesuatu yang baik.

Aku mulai menjerit sendiri, dia mulai bergerak dari satu tempat ke tempat lain melalui ruangan. Tidak berjalan, hanyak BERGERAK. Pakaiannya kini tampak seperti pakaian tua, dan dia bergerak begitu cepat, bagian belakang ruangnya seharusnya berjarak 15 kaki atau mungkin lebih. Dan dia baru saja muncul dari sisi bagian belakang ruangan, dia masih menatapku. Dia terus bergerak dengan kecepatan yang sanga MUSTAHIL. Lalu dia berlari lurus kearahku yang sekarang sudah berdiri jauh dari pintu, dan berada di tengah-tengah restoran.

Aku beralari keluar dari tempat sialan ini dan melompat kedalam mobil. Didalam mobil aku masih bisa melihat wajahnya direstoran, melesat disetiap jendela dengan kecepatan mustahil. Yang terburuk adalah, saat aku sudah jauh dari tempat parkir, aku melihat dari kaca spion dan... DIA DUDUK DI BANGKU BELAKAN! Masih dengan ekspresi yang akan selalu membuatku bermimpi buruk itu, masih menjerit. Dan dia menghilang begitu saja saat kepanikan melandaku, dia hilang begitu saja. Aku tidak tau apakah yang mengobrol denganku kemarin. Tapi aku tahu hal itu bukanlah lelucon. Aku bersumpah setelah kejadian ini, saat malam aku terkadang melihat bayangan melintas begitu saja dalam kamarku yang gelap, dia menyeringai benar-benar jelek, seringaiannya yang jahat. Aku belum bisa tidur nyenyak saat itu.

No comments:

Post a Comment