Thursday, March 26, 2015

MANEKIN

Ada seorang laki-laki yang begitu menyukai lelucon. Kapanpun dia menjahili orang lain, dia merasa sangat puas saat melihat keterkejutan wajah mereka. Dia sangat menikmati membuat orang berteriak dan ketakutan setengah mati.


Istri dari pria tersebut terus-menerus memintanya untuk berhenti. Dia merasa sangat lelah dengan lelucon kekanak-kanakan suaminya, ia merasa bahwa suaminya harus bersikap dewasa dan lebih bertanggung jawab. Namun tak ada satu kata pun yang mampu membuat suaminya itu berhenti melakukan kekonyolannya dan istrinya malah menjadi salah satu korban kejahilannya. Saat waktu berlalu, pria tersebut mulai bosan dengan kejahilan yang sama. Hingga dia mulai menjahili dengan kejahilan yang rumit dan menantang. Dia selalu mencari ide untuk menjahili orang lain lebih dari sebelumnya.

Suatu hari, saat dia berkendara menuju tempat kerjanya, dia melewati sebuah gang yang berada di samping toserba yang besar. Sesuatu tertangkap matanya dan dia memutuskan untuk membawa mobilnya mendekat. Ditempat sampah, dia melihat sesuatu berbaring, sebuah manekin wanita. Manekin tersebut adalah manekin rakitan yang bisa kau lepas pasang bagian tubuhnya, namun manekin tersebut belum dirakit dimana kaki dan tangannya bengkok dengan sudut yang aneh. Pria itu tiba-tiba mendapatkan ide jahil. Dia keluar dari mobil dan mendekat ketempat sampah. Dia meraih kepala manekin itu dan menariknya keluar dari tempat sampah. Beruntungnya kepala tersebut dalam kondisi masih bagus. Selain goresan di bagian hidung dan beberapa penyokan, kepala manekin itu terlihat hidup.

Pria itu mulai bergerak cepat sebelum seseorang memergokinya, ia mengumpulkan kaki lengan dan bagian tubuhnya dan meletakkannya di bagasi mobil. Dia menghabiskan waktu seharian untuk merencanakan kejailan barunya. Dia begitu semangat dan tidak sabar untuk mencobanya. Petang itu, dia pulang kerumah, makan malam bersama istri dan anaknya, kemudian buru-buru meninggalkan keduanya.

Pagi berikutnya pada pukul 6 tepat, alarmnya mati. Pria itu buru-buru mematikan alarmnya agar istri dan anaknya tidak terbangun. Rumahnya dalam keadaan sunyi saat dia mulai mengendap menuruni tangga menuju garasi. Membuka bagasi mobilnya dan membongkar manekin tersebut, lalu menyandarkannya didinding. Kemudian pria tersebut mencari sesuatu di dalam kotak-kotak dan mendapatkan jubah berkerudung dan masker setan. Dia lalu meletakkan manekin itu dan mulai merakitnya. Memasang tangan dan kakinya, hingga akhirnya merakit kepalanya. Ia lalu memakaikan jubah dan masker tersebut.Dia memutuskan untuk melanjutkannya didalam rumah, dia menaiki tangga dengan sangat pelan agar anaknya tidak terbangun, dan membuka pintu kamar anaknya dengan pelan.

Didalam cahaya yang redup, dia dapat melihat putranya sedang tertidur pulas. Dengan hati-hati dia meletakkan manekin itu di samping anaknya yang sedang tidur. Kemudian berjalan mundur dengan pelan, menatap kejahilan ajaibnya berikut. Dia merasa bangga, namun ia merasa manekin tersebut kekurangan sesuatu. Tidak begitu menyeramkan baginya, jadi dia memutuskan untuk mengambil sebuah pisau didapur dan meletakkannya di tangan manekin tersebut dengan pose dimana manekin tersebut siap untuk menusuk.

Sekali lagi dia menatap karyanya dan menutup mulutnya dari tawa jahil yang bisa saja meledak. Dia terus membayangkan bagaimana reaksi anaknya saat melihat manekin menyeramkan itu berdiri disampingnya dan siap menusuknya. Ini akan menjadi kejahilan terluar biasa. Penuh dengan antisipasi, dia berjalan pelan menuju dapur dan membuat kopi.

Tidak lama istrinya bangu dan mengucapkan selamat pagi. ia kemudian membuat kopi dan duduk disebelah suaminya. Sementara pria itu menampakkan raut wajah puas, anaknya akan segera bangunn beberapa menit lagi. dan dia sudah tidak sabar menunggu.

Tiba-tiba sebuah jeritan mengerikan memecah keheningan mereka, sang istri segera menjatuhkan cangkir kopinya. Dia hampir saja berlari saat sang suami menghentikannya dengan tawa.

"Apanya yang lucu?" gertaknya.

"Sepertinya anak kita telah jatuh pada leluconku." si pria cekikikan.

Sang istri memutar bolamatanya dan kembali duduk.

Mereka kembali duduk bersama, menunggu putranya untuk turun. Namun beberapa menit berlalu anak mereka tidak muncul, dan mereka mulai tidak sabar.

"Bisakah kau pergi mengeceknya?" tanya sang istri, "dia bisa terlambat kesekolah."

Pria tersebut tersenyum dan berjalan ke lantai dua. Dia membuka pintu kamar anaknya dan melihat kedalam. Tiba-tiba dia membeku dan wajahnya menjadi pucat.

Anaknya berbaring di tempat tidur yang penuh dengan darah dari bahunya. Tenggorokkannya terbelah dari satu telinga ke telinga lain.

Sementara jendela kamar tersebut terbuka lebar. tirainya terkibas oleh angin. sementara masker dan jubahnya tergeletak di lantai namun manekin itu tidak bisa ditemukan.

No comments:

Post a Comment