Suatu hari, dua pasangan memutuskan untuk memeriksa terowongan yang berada di jalan raya
yang terpencil. Mereka semua sangat cemas, terutama Yukio yang sangat ingin tahu tentang hantu dan roh. Pacarnya malah kebalikannya, tapi ia memutuskan untuk pergi juga.
Setelah mereka hampir sampai di terowongan, Kaiya berbisik pada pacarnya tentang betapa bodohnya Yukio penasaran untuk hal semacam ini.
Yukio menghentikan mobilnya di depan terowongan, dan menoleh kebelakang pada Kaiya dan pacarnya.
"Hey, aku mendengar itu! Kalian berdua, kita akan masuk ke dalam, jangan bercanda untuk menghargai para hantu, ok?"
Tiba-tiba hujan mulai turun sangat deras. Pacar Yukio mendapat firasat buruk dengan ini, tapi ia tetap diam.
Yukio melajukan mobilnya dalam terowongan sepanjang 700meter. Tak ada yang terjadi.
"Ok, aku akan bolak balik sampai SESUATU terjadi."
Melihat Yukio hanya bolak balik di terowongan, mereka semua mulai bosan. Mobilnya sangat sunyi, hanya terdengar suara hujan yang mengenai atap mobil.
Saat Yukio melajukan mobilnya 5kali, hujan semakin deras. Tiba-tiba Kaiya mengatakan pada Yukio untuk pergi dari terowongan itu sesegera mungkin.
"Apa? Kaiya ayolah! Belum terjadi apa-apa!" Yukio merengek.
"Kubilang, PERGI SEKARANG!"
Yukio merasa ada hal yang salah, ia lalu menginjak pedal gas. Begitu mereka tiba di kota, Kaiya menyuruh semuanya keluar dari mobil.
Gadis-gadis itu menangis melihat tingkah aneh Kaiya. Yukio bergumam dan keluar dari mobilnya. Tapi segera, matanya menangkap sesuatu.
Ada ratusan tapak tangan berdarah tercetak pada mobil. Gadis-gadis itu tersentak. Yukio menoleh pada Kaiya.
"Kupikir itu aneh, Hujan di dalam terowongan."

No comments:
Post a Comment